This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Head Line

Senin, 29 Desember 2014

Produk jurnalistik tidak seharusnya diadili

                               PRODUK JURNALISTIK TIDAK SEHARUSNYA DIADILI

my-journal95.blogspot.com - Algooth Putranto Dosen Ilmu komunikasi Fakultas Hukum dan Komunikasi Unika Seogijapranata Semarang, ikut menanggapi kinerja polisi dalam menangani kasus karikatur The Jakarta Post dalam edisi terbitan 3 juli 2014 silam yang dilaporkan oleh salah satu organisasi islam.

"Saya catat dalam dua kasus di tahun ini yaitu Obor Rakyat dan Jakarta post, polisi sebagai aparat yang berhubungan langsung dengan masyarakat sipil menetapkan dasar hukum dua kasus pemberitaan seperti orang bingung." Ujar Algoot.

Sikap polisi yang kebingungan dalam sengketa pemberitaan itu mungkin terlihat konyol. Belum adanya peraturan dari Pemerintah yang menjadi petunjuk pelaksanaan UU setelah UU pers yang bersifat lex specialis diteken tahun tahun 1999 memunculkan kebingungan yang tidak bisa dihindari sehingga sengketa pemberitaan selalu menimbulkan debat kusir.

"Kerap kali dengan alasan praktis, polisi dalam penyelesaian sengketa pemberitaan selalu berdasarkan hukum positif yang ada yaitu KUHP, dan menomorduakan UU Pers yang diteken Presiden Gus Dur untuk melindungi kerja jurnalistik" jelasnya.

Memang benar, lanjutnya, bahwa dua tahun lalu lalu institusi memiliki Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani Kapolri dan Dewan Pers yang disaksikan Presiden Susilo Yudhono (SBY) terkait laporan pidana produk jurnalistik pada acara Hari Pers Nasional di Jambi.

Jelas bahwa MoU tersebut menyebutkan "bila ada dugaan terjadi tindak pidana yang berkaitan dengan pemberitaan pers, maka penyelesaiannya mendahulukan UU Pers sebelum menerapkan perundang - perundangan lain".

Terdapat juga pasal yang menyebutkan bila Polri menerima laporan dan atau pengaduan masyarakat yang berkaitan dengan pemberitaan pers, dalam proses penyelidikan dan penyidikan beronsultasi dengan Dewan Pers.

Tidak heran dalam kasus Obor Rakyat tidak dianggap sebagai produk pers oleh Dewan Pers, Polisi justru menjerat dengan UU Pers, yang kemudian diprotes sehingga dijanjikan dengan jerat lain. Sementara dalam kasus karikatur Jakarta Post yang jelas sekali merupakan produk pers, justru jerat yang langsung digunakan adalah pasal pidana.

"Coba simak kembali cover last supper tempo yang juga menimbulkan protes oleh beberapa orang kristen atas covernya yang dianggap sensasional, saat itu sengketa diakhiri dengan permintaan maaf tanpa dikenai pasal pidana, produk jurnalistik tidak sepatutnya diadili. Itu sama saja mengadili persepsi" tegas dosen ilmu komunikasi pada akhir wawancara.

Wanita satu ini membuat heboh netizen dengan doanya

my-journal95.blogspot.com - Rachma Wati wanita asal bekasi ini berdoa agar pesawat air asia yang baru - baru ini menghilang tidak ditemukan, dihujat oleh banyak netizen.
"semoga pesawatnya tidak ditemukan kalo perlu hancur sekalian biar keluarga pendeta tersebut mati dan mengurangi populasi kristen di dunia" setidaknya itu yang dipaksa rachma wati, wanita asal bekasi yang kicauannya di facebook dihujat oleh banyak netizen.
Rachma Wati mendoakan agar penumpang pesawat naas air asia QZ-850 jurusan Surabaya - Singapura hancur lebur bersamaan dengan pendeta kristen yang berasal dari Korea Selatan, komentar ini ia tulis pada Page facebook media nasional kompas. com pada saat mengomentari berita yang berjudul "Pesawat AirAsia QZ8501 bawa 3 anggota keluarga pendeta dari korsel.
Aliansi Indonesiapun juga ikut berpendapat mengenai kicauan yang dilontarkan oleh Rachma, "awalnya mungkin mengira postingannya buat lucu lucuan saja namun banyak facebooker yang marah lalu mengirim hasil Screenshot postingannya ke group facebook salah satunya ke group"
Tidak hanya pada facebook,  beberapa penghuni media sosial lainnya pun ikut dijadikan perbicangan yang hangat untuk menghujat wanita satu ini. Terlihat beberapa orang memposting wajah serta komentar Rachma wati pada media sosial path dan blackberry messanger.

Diduga limbah restoran, bau menyengat bikin resah warga

                                       Diduga limbah restoran, bau menyengat bikin resah

Semarang - Bau menyengat ganggu warga Kagok dalam III RT. 01 RW. 06, akibatnya beberapa warga terganggu.

Beberapa warga terganggu dengan aroma tidak sedap  bersumber dari parit yang dekat dengan rumah warga, sudah lama sekali aroma tersebut meresahkan.

"Baunya menyengat seperti belerang, jadinya gak enak buat bernapas" keluh salah satu warga kepada detakjateng.
Sekitar pukul 10.00 siang dan 16.00 sore hari, bau menyengat mulai mengaggu. Lanjut dari warga.

Sementara ini warga Kagok dalam menduga, aroma tak sedap dari parit mereka berasal dari satu - satunya restoran jepang yang letaknya tidak jauh dari pemukiman mereka.

Senin, 27 Oktober 2014

Polder tawang jadi arena memancing



Polder Tawang, jadi arena memancing


        Polder Tawang, menjadi tempat yang nyaman untuk bersosialisasi maupun menyalurkan hobi memancing. Bercengkerama dan memancing merupakan kegiatan yang digemari oleh warga sekitar. Sore dan malam hari, Polder Tawang tetap menjadi favorit. Jika akhir pekan, apalagi hari libur, Polder Tawang dipenuhi banyak pengunjung. Bukan hanya itu, pedagang kaki lima pun ikut mengambil kesempatan untuk manjajakan dagangannya.

Kardi (34) mengaku, Polder Tawang adalah tempat yang pas untuk mengisi waktu luang, sudah 3 tahun ia menggunakan waktu luangnya untuk memancing. Alat pancing yang sering digunakan oleh Kardi bernama "kecrak”, gabungan dari 4 kait biasa yang diikat menjadi satu, kecrak tidak memerlukan umpan dan hanya perlu ditarik pada gerombolan ikan. Hasilnya kecrak akan tertancap pada ikan, kelemahan dari kecrak ini sering tersangkut pada dasar kolam. Kardi kerap masuk ke dalam air untuk memperbaikinya, terkadang hanya dibiarkan saja tersangkut.

Memancing saja rasanya tidak pas jika tidak ditemani cemilan, pedagang kaki lima adalah pilihan yang tepat untuk menemani sambil memancing. Yanti (54), Sabtu dan Minggu pengunjung Polder Tawang membludak, tutur salah satu pedagang kaki lima. Sampai pukul 00.00, Polder Tawang masih ramai dikunjungi oleh orang. Omset dagangnya pun mencapai, Rp.450.000 dalam sehari. Untuk masalah persaingan ia tidak ambil pusing, karena setiap pedagang saling bertoleransi untuk wilayah berjualan.


Tidak kalah juga, Polder Tawang merupakan tempat yang paling nyaman dan romatis bagi muda mudi untuk menghabiskan waktu luang mereka.