Sabtu, 03 Januari 2015
Surprise pemerintah tahun 2015
Jumat, 02 Januari 2015
Kenapa pesawat sering kecelakaan ?
KENAPA PESAWAT SERING KECELAKAAN?
my-journal95.blogspot.com - Maraknya peristiwa kecelakaan pesawat saat ini ternyata penyebabnya bukan hanya dari kelalaian maskapai penerbangan saja, namun juga dapat disebabkan dari kelalaian dan ketidak pedulian penumpang.
Erva Kurniawan Direktorat Pesisir & Lautan, Ditjen KP3K Departemen Kelautan & Perikanan bercerita tentang pengalamannya saat terbang ke Batam dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Saat itu ia bertemu dengan warga Jerman, yang kebetulan ia adalah manajer salah satu perusahaan industri pesawat dalam bidang supevisor khusus mesin turbin.
"Saya melihat orang yang duduk disebelah saya seorang warga Jerman. Pada saat itu dia merasa sangat gusar dan terlihat marah, karena tiba - tiba terdengar bunyi suara tanda sebuah pesan singkat yang masuk dari salah satu telfon genggam penumpang, dimana pada saat itu pesawat masih dalam posisi mau mendarat. Orang ini terlihat ingin menegur tetapi tidak berdaya karena bukan tugasnya. Langsung saya tanya kenapa tiba - tiba ia bersikap begitu" ujar pria yang menggemari bubur ayam dan mie jawa ini.
"Saat dia sedang melaksanakan tugasnya tiba - tiba sebuah mesin turbin mati, setelah diselidiki ternyata ada salah satu petugas sedang menggunakan telefon genggam didalam ruangan mesin turbin. Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekuensi telefon genggam dengan mesin turbin ini kebetulan sama dan sinergi ini akan berakibat mengganggu jalannya turbin tersebut, lebih fatal lagi dapat berakibat turbin bisa langsung mati." Cerita kembali Erva pada saat penerbangannya menuju Batam.
Menurutnya rakyat Indonesia ini memang High class. Handphone nya Mahal, Transportasi menggunakan pesawat. Tapi bodohnya gak ketulungan. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum dan sekaligus tidak tahu tata krama?. Sekiranya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar. Semua orang tahu kita memiliki ponsel. Semua orang tahu kita sedang bergegas. Semua orang tahu kita orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama dan demi sopan santun menghargai sesama, janganlah mengaktifkan ponsel selama di dlm pesawat terbang.
Erva menambahkan Semoga suatu hari rakyat kita bisa sedikit lebih pintar. Tandasnya dengan nada kesal.
Senin, 29 Desember 2014
Produk jurnalistik tidak seharusnya diadili
PRODUK JURNALISTIK TIDAK SEHARUSNYA DIADILI
my-journal95.blogspot.com - Algooth Putranto Dosen Ilmu komunikasi Fakultas Hukum dan Komunikasi Unika Seogijapranata Semarang, ikut menanggapi kinerja polisi dalam menangani kasus karikatur The Jakarta Post dalam edisi terbitan 3 juli 2014 silam yang dilaporkan oleh salah satu organisasi islam.
"Saya catat dalam dua kasus di tahun ini yaitu Obor Rakyat dan Jakarta post, polisi sebagai aparat yang berhubungan langsung dengan masyarakat sipil menetapkan dasar hukum dua kasus pemberitaan seperti orang bingung." Ujar Algoot.
Sikap polisi yang kebingungan dalam sengketa pemberitaan itu mungkin terlihat konyol. Belum adanya peraturan dari Pemerintah yang menjadi petunjuk pelaksanaan UU setelah UU pers yang bersifat lex specialis diteken tahun tahun 1999 memunculkan kebingungan yang tidak bisa dihindari sehingga sengketa pemberitaan selalu menimbulkan debat kusir.
"Kerap kali dengan alasan praktis, polisi dalam penyelesaian sengketa pemberitaan selalu berdasarkan hukum positif yang ada yaitu KUHP, dan menomorduakan UU Pers yang diteken Presiden Gus Dur untuk melindungi kerja jurnalistik" jelasnya.
Memang benar, lanjutnya, bahwa dua tahun lalu lalu institusi memiliki Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani Kapolri dan Dewan Pers yang disaksikan Presiden Susilo Yudhono (SBY) terkait laporan pidana produk jurnalistik pada acara Hari Pers Nasional di Jambi.
Jelas bahwa MoU tersebut menyebutkan "bila ada dugaan terjadi tindak pidana yang berkaitan dengan pemberitaan pers, maka penyelesaiannya mendahulukan UU Pers sebelum menerapkan perundang - perundangan lain".
Terdapat juga pasal yang menyebutkan bila Polri menerima laporan dan atau pengaduan masyarakat yang berkaitan dengan pemberitaan pers, dalam proses penyelidikan dan penyidikan beronsultasi dengan Dewan Pers.
Tidak heran dalam kasus Obor Rakyat tidak dianggap sebagai produk pers oleh Dewan Pers, Polisi justru menjerat dengan UU Pers, yang kemudian diprotes sehingga dijanjikan dengan jerat lain. Sementara dalam kasus karikatur Jakarta Post yang jelas sekali merupakan produk pers, justru jerat yang langsung digunakan adalah pasal pidana.
"Coba simak kembali cover last supper tempo yang juga menimbulkan protes oleh beberapa orang kristen atas covernya yang dianggap sensasional, saat itu sengketa diakhiri dengan permintaan maaf tanpa dikenai pasal pidana, produk jurnalistik tidak sepatutnya diadili. Itu sama saja mengadili persepsi" tegas dosen ilmu komunikasi pada akhir wawancara.
Wanita satu ini membuat heboh netizen dengan doanya
my-journal95.blogspot.com - Rachma Wati wanita asal bekasi ini berdoa agar pesawat air asia yang baru - baru ini menghilang tidak ditemukan, dihujat oleh banyak netizen.Diduga limbah restoran, bau menyengat bikin resah warga
Diduga limbah restoran, bau menyengat bikin resah
Semarang - Bau menyengat ganggu warga Kagok dalam III RT. 01 RW. 06, akibatnya beberapa warga terganggu.
Beberapa warga terganggu dengan aroma tidak sedap bersumber dari parit yang dekat dengan rumah warga, sudah lama sekali aroma tersebut meresahkan.
"Baunya menyengat seperti belerang, jadinya gak enak buat bernapas" keluh salah satu warga kepada detakjateng.
Sekitar pukul 10.00 siang dan 16.00 sore hari, bau menyengat mulai mengaggu. Lanjut dari warga.
Sementara ini warga Kagok dalam menduga, aroma tak sedap dari parit mereka berasal dari satu - satunya restoran jepang yang letaknya tidak jauh dari pemukiman mereka.
Senin, 27 Oktober 2014
Polder tawang jadi arena memancing














