Polder Tawang, jadi arena memancing
Polder Tawang, menjadi tempat yang nyaman untuk bersosialisasi maupun menyalurkan hobi memancing. Bercengkerama dan memancing merupakan kegiatan yang digemari oleh
warga sekitar. Sore dan malam hari, Polder Tawang tetap menjadi favorit. Jika akhir
pekan, apalagi hari libur, Polder Tawang dipenuhi banyak pengunjung. Bukan hanya
itu, pedagang kaki lima pun ikut mengambil kesempatan untuk manjajakan
dagangannya.
Kardi
(34) mengaku, Polder Tawang adalah tempat yang pas untuk mengisi waktu luang, sudah 3 tahun ia menggunakan waktu
luangnya untuk memancing. Alat pancing yang sering digunakan oleh Kardi bernama
"kecrak”, gabungan dari 4 kait biasa yang diikat menjadi satu, kecrak
tidak memerlukan umpan dan hanya perlu ditarik pada gerombolan ikan. Hasilnya kecrak
akan tertancap pada ikan, kelemahan dari kecrak ini sering tersangkut pada
dasar kolam. Kardi kerap masuk ke dalam air untuk memperbaikinya, terkadang hanya
dibiarkan saja tersangkut.
Memancing saja rasanya tidak
pas jika tidak ditemani cemilan, pedagang kaki lima adalah pilihan yang tepat
untuk menemani sambil memancing. Yanti (54), Sabtu dan Minggu pengunjung Polder Tawang membludak,
tutur salah satu pedagang kaki lima. Sampai pukul 00.00, Polder Tawang masih
ramai dikunjungi oleh orang. Omset dagangnya pun mencapai, Rp.450.000 dalam
sehari. Untuk masalah persaingan ia tidak ambil pusing, karena setiap pedagang
saling bertoleransi untuk wilayah berjualan.
Tidak
kalah juga, Polder Tawang merupakan tempat yang paling nyaman dan romatis bagi
muda mudi untuk menghabiskan waktu luang mereka.






0 komentar:
Posting Komentar